Thursday, June 21, 2012

Penemuan Baru: Lampu Kunang-kunang Ramah Lingkungan

Kita telah belajar dari alam selama berabad-abad. Berbagai penemuan pun mayoritas terinspirasi dari segala ciptaan Tuhan yang ada. Manusia bisa membuat pesawat setelah mengamati burung, membuat kendaraan militer amphibi dengan belajar dari kodok, dan banyak lagi.
 
 Lampu kunang-kunang/gizmodo.com
Sekarang, kunang-kunang memberi ilham kepada para ilmuwan untuk membuat lampu yang tidak membutuhkan daya listrik sehingga lebih hemat energi. Ya, para peneliti di Universitas Syracuse, New York, berhasil menciptakan sumber cahaya buatan dari gabungan unsur biologis dan nonbiologis. Material biologis dalam hal ini adalah enzim milik serangga kunang-kunang.

Seperti kita ketahui, kunang-kunang adalah salah satu hewan bioluminescence terbaik yang dapat kita temukan di alam bebas. Cahaya yang mereka hasilkan adalah reaksi dari bercampurnya senyawa kimia luciferin dan enzim luciferase.

Nah, apa yang dilakukan oleh peneliti ini adalah menambahkan enzim luficerase kedalam permukaan sekumpulan nanorod (objek berukuran nano) yang terbuat dari material semikonduktor cadmium sulfide dan cadmiun seleneide. Nanorod-nanorod ini akan menyala ketika mereka terkena luciferin yang dalam percobaan ini berfungsi layaknya bahan bakar. Proses ini dinamakan dengan Bioluminescence Resonance Energy Transfer (BRET).

Dan lampu buatan ini juga mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan cahaya alaminya. Menurut peneliti, dengan memanipulasi ukuran nanorod, maka cahaya yang ditimbulkan juga bisa menjadi beraneka warna, tidak hanya satu warna seperti yang dapat dihasilkan oleh kunang-kunang.

Walaupun mereka belum menemukan bentuk pengaplikasian yang tepat untuk kebutuhan dunia nyata, namun mereka mengatakan lampu ini bisa saja digunakan untuk pengganti sumber cahaya lampu LED di masa yang akan datang.

Indahnya Karya Seni Patung dari Kaca

Seniman perupa selalu mencari material atau media baru agar karyanya tampil beda, dan syukur-syukur bisa menarik perhatian orang. Seperti misalnya yang dilakukan seorang seniman kaca Robert Mickelsen.

Karya patung transparan nan indah ini terbuat dari kaca. Karya tersebut dibuat oleh seorang Seniman kaca yang sudah diakui dunia internasional, yaitu Robert Mickelsen. Seperti apakah produk seni ciptaannya? Lihat saja foto-fotonya di bawah ini:



















Sumber

Desa Penuh Anak Kembar

Siapa pun mungkin kesulitan mengenali anak-anak di Desa Kodinhi, Kerala, India. Sebab, sedikitnya ada 100 pasang anak kembar terlahir di desa tersebut. Dua puluh pasang di antaranya mengenyam pendidikan di sekolah menengah yang sama, yakni Seethi Sahib Memorial, Distrik Malappuram.
Tak heran jika guru di sekolah itu mendapat tugas tambahan untuk menghapal muridnya satu per satu. Kedua puluh pasang anak kembar itu berjenis kelamin sama dan merupakan kembar identik. Para guru kerap salah saat menyapa nama mereka. Apalagi setiap pasang anak kembar hanya dibedakan dengan belahan rambut.
Salah satu pasangan kembar mengatakan, tanda lahir di leher merupakan salah satu pembeda mereka. Selebihnya mereka nyaris sama.

Warga Desa Kodinhi yang mayoritas muslim juga mengatakan, keberadaan anak kembar di desa itu bukan hal yang aneh. Mereka mengangapnya sebagai hal istimewa yang dianugerahkan Sang Pencipta.

Kebanyakan anak kembar juga lahir di rumah sakit yang sama. Menurut gynaecologist rumah sakit setempat, selama 10 tahun ia bekerja tercatat ada 100 hingga 150 kembar. Lima atau enam di antaranya kembar tiga. Kenyataan itu melahirkan misteri yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.


sumber: liputan6

Pulau Arwah di Italia

Poveglia adalah pulau kecil yang terletak antara Venezia dan Lido di Lagoon Venezia, Italia. Kabarnya, pulau ini tidak berpenghuni dan tertutup untuk umum karena sejarah yang sangat kelam.

Tahun 1576, Italia terkena wabah pes atau yang disebut dengan 'black plague'. Karena mematikan dan belum ada obatnya, ribuan mayat mulai menumpuk dan membuat lingkungan semakin memburuk. 
Orang-orang mulai panik, sehingga mereka membawa semua mayat-mayat ke Pulau Poveglia dan membakar mereka. Mereka juga menggali lubang-lubang di Pulau untuk mayat-mayat tersebut.

Lebih mengerikan lagi, ketika hukum mulai dijalankan. yaitu tiap orang tidak peduli bayi, anak-anak, atau orang dewasa yang memiliki tanda-tanda pes akan diasingkan ke pulau ini untuk mati dalam penderitaan. diperkirakan lebih dari 160.000 orang tewas mengenaskan di poveglia.

Hantu yang terlihat di Pulau PovegliaPada tahun 1922, sebuah rumah sakit jiwa dibangun di Pulau itu. Mitos mengatakan bahwa operator rumah sakit adalah seorang dokter gila yang jahat yang menggunakan pasien-pasiennya untuk eksperimen.

Konon, dokter tersebut melakukan eksperimen seperti lobotomy -  menggunakan alat seperti palu dan bor tangan manual. Selain karena tekanan dari dokter, pasien-pasien tersebut juga mendapat gangguan yang katanya berasal dari arwah gentayangan korban wabah pes. Tetapi tak ada yang percaya karena mereka sudah dianggap gila.

Setelah beberapa lama, dokter tersebut merasakan kehadiran arwah penasaran poveglia. Akhirnya dokter mulai melihat roh dirinya sendiri dan melompat (atau dilempar?) Dari menara lonceng kematiannya. Rumor menyebutkan mayat dokter itu ditanam (dibata) di menara tersebut.

Hingga saat ini, poveglia masih menjadi tempat yang sangat menyeramkan. Dan telah masuk dalam acara tv 'scariest place on earth'. 
Ada rumor yang mengatakan nelayan venesia tidak mau mencari ikan di daerah sini karena sering menemukan sisa-sisa mayat manusia. Selain itu, katanya sering terdengar suara lonceng dari menara padahal sudah tidak ada lonceng di sana. 

Sumber: vivanews.com

Barcode Lambang Setan?

Polemik mengenai Barcode (Kode garis-garis batangan) dihubungkan dengan angka 666 sebagai simbol Iblis, sudah menjadi perdebatan berbagai kalangan selama puluhan tahun. Ya, sejak pernyataan Mary Stewart Relfe, PhD dalam bukunya 666 The New Money System; 1982.
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia

Para pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.

Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka.

Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.


Mary Stewart Relfe

Mary Stewart bisa dibilang cukup gigih melancarkan serangan terhadap berbagai simbol yang menurutnya berhubungan dengan konspirasi organisasi penyembah iblis.

Ia mulai meluncurkan buku pertamanya When Your Money Fails tahun 1981 dan diikuti dengan buku kedua The New Money System (1982). Sebenarnya masih ada lagi karya Mary lainnya yaitu Y2K dan 9/11 yang semuanya masih berbicara tentang ide yang sama: konspirasi penyembah iblis.

Mary menyatakan banyak dari logo pemerintahan Amerika Serikat yang menyiratkan simbol 666. Bahkan menurutnya logo Trilateral Commission juga mirip dengan simbol 666.
Logo Trilateral Commission
Di tahun 80-an, serangan Mary mengarah pada lagu Sex Pistols Anarcy in the U.K. sebagai bukti kerajaan Setan sedang mengambil alih kuasa dunia, terutama lewat larik pertama pada lagu tersebut: "I am the Antichrist."

Ada tiga tahapan yang menurut Mary sebagai upaya konspirasi untuk menguasai dunia, yaitu:

1. tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal gerakan organisasi konspirasi "setan".

2. Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal.

Penggunaan barcode semakin meluas, diterapkan kemudian pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya.

3. Tahap ketiga (tanpa tahun; sedang berlangsung?) meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi.

Sumber: up2det.com

Buang Permen Karet Saat Rasanya Sudah Tawar, Bikin Otak Mandul

Doyan mengunyah permen karet berlama-lama, sampai sudah tidak ada rasanya lagi? Sebaiknya tinggalkan kebiasaan itu. Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini menunjukka bahwa permen karet yang tak ada rasanya dapat mengganggu memori otak jangka pendek. Kalau keseringan ya jadi pelupa, alias otak mandul.

Dalam Jurnal Experimental Psychology, hasil penelitian di Cardiff University memuat serangkaian kesimpulan dan penyangkalan mitos yang selama ini berlaku.



masshealthly.com


Sebelumnya, dipercaya mengunyah permen karet bisa membantu seseorang meningkatkan daya ingat. Maka, penelitian yang dipimpin Michail Kozlov mengadakan tes dengan mengundang relawan mengunyah permen karet.

Kelompok pertama mengunyah dengan keras sementara kelompok kedua mengunyah secara alami (biasa-biasa saja). Kedua kelompok tersebut diminta untuk mengingat urutan huruf yang sudah diacak saat asik mengunyah.

Kemudian pada tes kedua, semua relawan diminta mengunyah permen karet  terus-menerus hingga hilang rasanya. Saat mengunyah, relawan dihadapkan pada urutan kata dan angka yang dihilangkan beberapa item-nya. Kemudian mereka diminta mengambil item yang hilang dalam urutan tersebut.

Hasilnya, secara prosentase menunjukkan bahwa mengunyah memiliki efek buruk terhadap proses mengingat. Semakin hilang rasa dalam permen karet, semakin parah ingatan seseorang.

Kesimpulan yang ditulis para peneliti adalah, "Permen karet akan kehilangan rasa dalam beberapa menit, maka disarankan permen karet hanya baik dikunyah saat awal sebagai penambah kinerja selama rasanya (flavor) masih ada."

Lagu Adele Membangunkan Gadis 7 Tahun dari Koma

Inilah bukti kekuatan sebuah lagu. Tak hanya sebagai penghibur, namun juga menjadi inspirasi dan pencipta keajaiban.

April 2011, di sebuah rumah sakit di Inggris, seorang ibu, Leila Neve diliputi duka mendalam. Tangannya memeluk Charlotte (7), anak perempuannya yang sedang koma.

 
People.com
Hati Leila remuk ketika dokter mengatakan padanya bahwa mereka sudah menyerah. Penyakit yang diderita Charlotte, pendarahan otak, tak mungkin bisa diselamatkan lagi. Hidup Charlotte sudah mendekati akhir. Maka, Leila hanya bisa memeluk gadis kecilnya sebagai salam perpisahan.

Suasana kamar rumah sakit tersebut sunyi. Hanya terdengar isak tangis Leila melepas kepergian Charlotte dan... sayup-sayup terdengar suara radio.

Tiba-tiba radio memutar lagu Adele "Rolling in the Deep"... dan senyum tipis muncul begitu saja ketika Charlotte mendengarnya.

Leila kaget. Ia pun langsung menangis bahagia. Gadis kecilnya sudah kembali.

"Saya tak percaya," ucap Leila ketika diwawancarai The Telegraph. "Itu saat pertama kalinya Charlotte menunjukkan reaksi setelah koma akibat pendarahan otak. Suster pun tercengang dan meminta saya untuk terus menyanyikan lagu Adelle. Saat mendengarnya, Charlotte pun tersenyum kembali."

"Rolling in the Deep" memang merupakan lagu kegemaran Charlotte.

Setelah peristiwa menggetarkan hati ini, beberapa hari kemudian Charlotte sudah bisa bangun dari tempat tidurnya. Kemudian, setelah melewati serangkaian tes fisioterapi, terapi wicara, ia pun terus berangsur-angsur membaik dan siap untuk pulang ke rumah.

Meskipun sekarang Charlotte masih mengalami masalah kebutaan dan hilang beberapa memori dalam otaknya, ia sudah kembali jadi anak normal yang bisa masuk sekolah, bahkan ikut les menari.

Keajaiban bisa terjadi di mana dan kapan saja. Karena, dunia ini memang penuh keajaiban.  Seperti suara Adele dalam lagu "Rolling in the Deep" berikut, "There's a fire starting in my heart...Reaching a fever pitch...And it's bringing me out the dark.

Ya, Charlotte telah kembali keluar dari kegelapan hidupnya...