Showing posts with label arkeologi. Show all posts
Showing posts with label arkeologi. Show all posts

Monday, July 2, 2012

7 Megaproyek Konstruksi Terlama Di Dunia

7. Sacsayhuamán
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Dibangun menghadap ibukota bangsa Inca di Cuzco, Peru, Sacsayhuamán adalah contoh kemajuan peradaban Amerika Selatan. Kompleks yang dibatasi tembok2 didesain untuk menggambarkan kepala seekor Puma sebagai pusat kota dan bangunan lainnya sebagai badannya. Sangat mengagumkan ketika tembok-tembok ini dibangun kokoh tanpa menggunakan perekat apapun. Hanya batu-batu yang dipotong dan disusun sangat presisi sehingga saling mengunci satu sama lain. Diyakini pembangunannya melibatkan hinga 30 ribu pekerja.
Waktu konstruksi : 63 Tahun (AD 1445 – AD 1508)
6. Katedral York Minster
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Mulai dibangun oleh uskup agung Walter de Gray pada tahun 1220, baru selesai pada 1472. Dihiasi oleh kaca hias terbesar didunia. York Minster dibangun dengan teknik abad pertengahan, merupakan percontohan sempurna teknologi abad pertengahan.
Waktu konstruksi : 252 Tahun (AD 1220 – AD 1472)
5. Chichen Itza
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Berlokasi di Semenanjung Yucatan, Meksiko, Chichen Itza adalah bangunan bangsa Maya yang paling terkenal. Memiliki luas 6 mil persegi, puncak piramid ini didesain sebagai pengeras suara bagi masyarakat yang berada dibawahnya. Bahkan bentuk bayangannya pun di desain sehingga menggambarkan seekor ular besar ketika matahari berada diatasnya. Sebuah perhitungan matematis yang sangat mengagumkan, mengingat bangsa ini tidak menggunakan hewan ternak sebagai penarik beban ataupun roda di dalam industri.
Waktu konstruksi : 400 Tahun (AD 600 – AD 1.000)
4. Angkor Wat
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Dibangun pada pertengahan abad ke 12 oleh penguasa Kerajaan Khmer di Kamboja. Bangunan kuil merupakan pusat dari bangunan-bangunan lain yang membentuk kota pre-industri terbesar di dunia. Tembok sepanjang 4km menutup lahan seluas 800 ribu m2 dan dilindungi oleh parit. Kuilnya sendiri merupakan salah satu dari 100 kuil dan merupakan penghormatan kepada dewa Hindu, Wishnu.
Waktu konstruksi : 418 Tahun (AD 802 – AD 1220)
3. Petra
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Sebuah benteng di tengah gurun pasir Jordan, diukir langsung diatas bukit batu. Muka bangunan yang paling luas selebar 30m dan setinggi 45m. Saat puncak kejayaannya, Petra dihuni oleh 20ribu orang, dan menjadi jalur utama rute perdagangan. Ketiadaan alat modern untuk memotong dan membentuk batu merupakan alasan utama begitu lamanya pembagunan kota ini.
Waktu konstruksi : 850 Tahun (600 BC – AD 250)
2. Stonehenge
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Meskipun umurnya telah mencapai lebih dari 5 ribu tahun, tidak ada yang tahu pasti kenapa Stonehenge ini dibuat. Tentu ini merupakan proyek terberat yang pernah dilakukan. Setiap batu memiliki berat minimal 4ton, diseret sejauh 400km dari Wales selatan ke tempat peristirahatannya di Wiltshire, Inggris, diperkirakan memakan waktu 30 juta jam kerja. Diluar tujuan pembangunannya yang patut dipertanyakan, bangunan ini dibuat dengan presisi yang sangat tinggi, sejajar sempurna dengan pergerakan matahari dan bulan.
Waktu konstruksi : 1600 Tahun (3100 BC – 1500 BC)
1. Tembok Besar Cina
Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia
Tembok Besar Cina pada dasarnya adalah bangunan tembok panjang yang dibangun oleh berbagai dinasti. Membentang sepanjang 6600 km dan pada saatnya, dijaga oleh lebih dari satu juta pasukan, melindungi perbatasan utara Cina dari perampok-perambok nomaden. Diperkirakan hingga 3 juta pekerja meninggal pada saat pembangunannya.
Waktu konstruksi : 2000 Tahun (400 BC – 1600 AD)

Monday, June 25, 2012

Gunung Padang Cilacap Berbentuk Piramida

Situs di Gunung Padang, Desa Salebu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, juga berbentuk bebatuan yang tersusun mendekati bentuk piramida. Namun sayangnya, separuh situs ini sudah rusak berat oleh akibat alamiah atau pun ulah manusia.


Hizi Firmansah, seorang aktivis pemerhati situs ini, hingga saat ini, belum ada upaya konservasi terhadap situs bebatuan ini. Kepada VIVAnews, Minggu 27 Mei 2012, Hizi menyebutkan terahir tahun 2008 bentuk dari situs ini masih sangat terlihat bagus, namun saat ini kondisinya telah banyak yang rusak.
Kerusakan terparah terlihat pada bagian tangga, selain tertutup semak belukar, bagian ini juga sudah tidak terlihat bentuk aslinya karena telah longsor. Selain itu, sebagian bebatuan yang panjang beberapa sudah patah dan di sekitar lokasi tidak terlihat patahan bebatuan tersebut.
Meski begitu, kata Hizi, dibandingkan dengan situs serupa yang ditemukan di Gunung Padang Cianjur, susunan bebatuan Desa Salebu, Cilacap, ini  sebagian tertutup tanah dan terlihat menjulang seperti piramida. Hingga saat ini belum ada hasil penelitian yang dapat menjelaskan tentang situs kuno bebatuan yang tersusun rapi berbentuk piramida ini.
Menurut Suganda, juru kunci situs, ada cerita rakyat yang berkembang di desa-desa sekitar kawasan situs ini. Konon, pada zaman kerajaan Padjajaran, Naganingrum, istri pertama Raja Padjajaran Prabu Kian Santang, pada saat hamil meminta dibangunkan istana di sebelah timur kerajaan Padjajaran.
Masyarakat sekitar meyakini, tumpukan batu yang tersusun rapi ini konon yang dipersiapkan untuk membuat istana. Namun karena anak yang sebelumnya diketahui berjenis kelamin laki laki pada saat lahir dibuang dan diganti dengan anak anjing, Prabu Kian Santang marah dan pembangunan keraton timur dibatalkan.
Warga berharap, ada sebuah penelitian yang dapat menjelaskan mengenai situs tersebut. Selain untuk mengetahui sejarah, situs bebatuan kuno yang berbentuk piramida ini juga sangat indah dan berpotensi sebagai sebuah kawasan cagar budaya yang dapat dijadikan tujuan wisata.
Sumber: Vivanew

Friday, June 22, 2012

Yuk, Lihat Pintu Neraka di Amerika

Mungkin terlalu berlebihan bila tempat ini disebut "pintu neraka", karena sesungguhnya goa Cavern of Death adalah kuil bawah tanah. Memang, cara masuknya harus melewati pintu goa dan terowongan yang dalam.
Namun, demikianlah masyarakat di desa Liyobaa, provinsi Zapoteca menyebutnya. Cavern of Death ini milik suku indian yang dipaksa untuk 'dibuka' oleh para penakluk dari Spanyol.


Di dalam kuil bawah tanah ini terdapat empat ruang utama, yakni:

Ruang bawah tanah pertama merupakan salah satu ruangan yang diperuntukkan untuk pengorbanan manusia. Dindingnya sejajar dengan berbagai gambar dari representasi yang mereka sebut sebagai Dewa. Sebuah batu yang berlumuran darah berada di tengah ruangan digunakan sebagai altar untuk penyembelihan korban manusia yang masih hidup.

Lalu ada pintu dalam ruang pertama tadi yang menghubungkan ke tempat mayat-mayat diawetkan. Berikutnya, pintu ketiga yang menyambung pada kubah bawah tanah ketiga, tempat tubuh-tubuh yang diawetkan dari semua raja-raja Theozapotlan.
Ruang terakhir memiliki pintu lain yang tertutup oleh lempengan batu besar. Melalui pintu belakang lempengan batu itu ditempatkan tubuh semua pengorbanan manusia serta tubuh semua bangsawan dan para ksatria yang tewas dalam pertempuran.

Menurut legenda setempat, ketika seseorang sedang terserang penyakit tak tersembuhkan atau tertindas oleh kemiskinan yang membuat mereka mencari kematian, mereka akan datang kepada imam tinggi untuk meminta ijin memasuki Cavern of Death saat masih hidup. Mereka percaya bahwa jika mereka melakukannya, mereka akan bahagia di akhirat.

Karena itulah yang menjadi alasan tempat ini disebut "Pintu Neraka".


Sumber